Home / Berita / Kampus USU di Masa Pandemi Covid-19
Fotografer: Suryani Agata Sitanggang
Fotografer: Suryani Agata Sitanggang

Kampus USU di Masa Pandemi Covid-19

Suryani Agata Sitanggang

Pijar, Medan. Menghabiskan banyak waktu di kampus itu menyenangkan, baik belajar di kelas, penelitian, berorganisasi, bimbingan dengan dosen, serta bercengkerama bersama teman-teman seperjuangan. Hal tersebut sudah menjadi keseharian, bahkan keharusan bagi seorang mahasiswa yang ingin segera menyelesaikan perjalanan panjangnya di dunia pendidikan. Ibarat baju dengan celana, seperti itu pula hubungan mahasiswa dengan kampusnya. Dua hal yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan.

Namun, siapa yang bisa menduga munculnya jenis virus baru yang langsung berhasil menggemparkan seluruh lapisan dunia, yang kini menjadi sorotan utama bagi publik. Virus tersebut tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, virus Corona. Virus ini merebak dengan begitu cepat dan pada Selasa malam (22/9/2020) jumlah korban meninggal akibat infeksi virus Corona (Covid-19) di dunia sudah mencapai 965.893 jiwa. Sungguh mengagetkan, dalam kurun waktu kurang lebih 6 bulan angka kematian hampir menembus 1 juta jiwa. Kini berbagai aspek kehidupan manusia pun banyak yang berubah, guna untuk mengurangi laju penyebaran Covid-19 ini.

Saat ini, perubahan yang terjadi bukan hanya sekadar dalam kebiasaan masyarakat saja, namun juga terdapat perubahan di dunia pendidikan. Awalnya terasa begitu sulit saat masa transisi perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan daring. Mulai dari susahnya mengakses internet bagi mereka yang tinggal di pedalaman, serta pembelajaran yang terasa tidak efektif. Dan kini mahasiswa hanya belajar di rumah dengan sistem daring.

Seiring berjalannya waktu, dosen dan mahasiswa sama-sama beradaptasi terhadap sistem perkuliahan daring ini. Namun, apakah pernah terpikirkan oleh kalian bagaimana kondisi kampus di masa pandemi Covid-19 ini?

Kondisi terbaru salah satu ruangan di Universitas Sumatera Utara setelah 6 bulan diterpa pandemi Covid-19 (6/10) Fotografer: Suryani Agata Sitanggang
Kondisi terbaru salah satu ruangan di Universitas Sumatera Utara setelah 6 bulan diterpa pandemi Covid-19 (6/10) Fotografer: Suryani Agata Sitanggang

Ya, perkuliahan, pengurusan berkas-berkas, bahkan PKKMB Universitas Sumatera Utara berubah menjadi sistem daring. Hal ini menjadikan seluruh mahasiswa tidak perlu masuk ke area kampus lagi. Namun, ada beberapa fakultas di USU yang tetap tidak bisa melaksanakan perkuliahan daring secara total.

“Kalau di Teknik Kimia ada yang namanya penelitian, yang seharusnya kami lakukan di laboratorium dalam, namun karena kini tidak diperbolehkan untuk menggunakan laboratorium dalam, kami jadi melakukan penelitian di laboratorium luar Teknik Kimia,” ungkap Ruth Nababan mahasiswa Teknik Kimia USU yang sedang mengerjakan tugas skripsi.

Di masa pandemi Covid-19 ini, keadaan kampus USU seakan tidak terdengar dan terekspos. Selama kurang lebih 6 bulan, perkuliahan secara daring sudah diterapkan dan terdapat pula beberapa perubahan yang tampak di kampus USU. Seperti kampus yang dulunya diramaikan oleh para mahasiswa, dosen, dan seluruh staff kampus kini sepi, trotoar dan tempat parkir di daerah kampus ditumbuhi lumut hingga memberikan kesan mengerikan, lapangan basket tertutupi oleh dedaunan kering yang jatuh dari pohon di sekitarnya, mading di sepanjang koridor kampus juga kosong tak berisi.

Tak hanya itu, terdapat juga banyak spanduk di lingkungan kampus USU. Spanduk-spanduk tersebut berisi himbauan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, agar setiap orang yang datang tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Namun faktanya, kerap ditemukan orang yang masuk ke daerah kampus tidak menggunakan masker.

“Sewaktu saya masuk ke kampus untuk mengerjakan penelitian, saya melihat begitu banyak orang yang tidak menggunakan masker di kawasan kampus. Hal tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya dari virus Corona ini masih sangat rendah,” tambah Ruth.

Selain perubahan di beberapa fakultas yang ada di USU, perpustakaan USU juga mengalami perubahan jadwal dalam beroperasi.

“Perpustakaan USU masih tetap buka, namun jadwal bukanya dipersingkat, dari yang tadinya pukul 08.00-16.00 WIB, sekarang hanya dari pukul 08.30-15.00 WIB. Dengan himbauan setiap mahasiswa yang ingin ke perpustakaan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku,” ujar pak Khairil Sinaga seorang satpam di perpustakaan USU.

Untuk sobat Pijar, tetap laksanakan protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan oleh pemerintah, ya! Mari bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 ini, agar perkuliahan tatap muka bisa segera diterapkan.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: Elshinta.com

Peran Dokter di Masa Pandemi dalam Peringatan Hari Dokter Indonesia

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 24 Oktober diperingati sebagai ‘Hari Dokter Indonesia’. Hari besar ini diadakan dengan maksud untuk mengingat jasa para dokter kepada masyarakat luas dan juga individu. Di masa pandemi ini, kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada para dokter yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid-19. Dengan tekad dan jasa mereka, masyarakat Indonesia yang terkena Covid-19 pun banyak yang tertolong.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *