Home / Berita / Kunci Sukses Generasi Emas dalam Mengambil Peluang di Era New Normal

Kunci Sukses Generasi Emas dalam Mengambil Peluang di Era New Normal

(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Rahmat Harun Harahap

Pijar, Medan. Menyambut “New Normal” setelah berbulan-bulan dihadapi dengan pandemi Covid-19, kali ini kita harus merasakan adanya perubahan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari business market dan customer behavior yang akhir-akhir ini sangat berubah drastis. Hal tersebut membuat kita, para generasi emas membutuhkan tips dan trik agar bisa mengambil peluang dalam fase new normal.

Pegadaian bekerjasama dengan STMIK Tri Guna Dharma yang didukung oleh media partner lainnya, menyelenggarakan Webinar UMKM yang dibuka untuk umum dan mahasiswa dengan mengangkat tema “Generasi Emas di Era New Normal di Bidang Technopreneurship”. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui platfrom Zoom dan Live Streaming Facebook yang diadakan mulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIB pada Sabtu (10/10).

Webinar ini dibuka oleh Muhammad Andri Saputra sebagai moderator. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan dari pihak pegadaian mengenai bagaimana cara membuka tabungan emas di pegadaian. Di mana tabungan emas tersebut merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan dan membantu masyarakat dalam perencanaan masa depan yang lebih baik.

Investasi ini juga cocok dipilih oleh mahasiswa. Disamping sebagai tabungan, nilai tukar pada investasi ini juga akan meningkat terus sesuai dengan harga pasar. Sehingga dapat menguntungkan nasabah itu sendiri. Selain itu, pihak pegadaian juga memberikan penawaran spesial kepada para peserta yang mengikuti webinar untuk dapat membuka tabungan emas hanya dengan membayar Rp10.000 sebagai tabungan awal.

Memasuki acara utama yaitu pemaparan materi oleh narasumber Dr. Dicky Nofriansyah, M.Kom yang merupakan CEO PT. Bungkus Teknologi Indonesia dan Komisaris di PT. Inti Edukasi Internasional. Beliau mengupas tuntas bagaimana tips dan trik bagi para generasi emas yang ingin mengambil peluang akan dampak dari perubahan new normal ini.

Pemaparan materi oleh narasumber (10/10). (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)
Pemaparan materi oleh narasumber (10/10). (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Narasumber merumuskan dengan singkat kiat suksesnya, yaitu dengan menerapkan “3C+2A”. Apa sih itu? 3C+2A merupakan singkatan dari Creative, Consistent, Collaborative, ditambah dengan Adopt Tecnology dan Action. Setelah ide-ide tertuang, maka fokuslah pada tujuan. Karena di era digital seperti sekarang, sangat diperlukan generasi yang peka terhadap teknologi. Di mana teknologi ini benar-benar sangat membantu dalam segala hal. Namun, yang terpenting adalah cara kita untuk merealisasikan itu semua. Ayo, beranilah untuk beraksi dan memulai.

“Bergerak dalam pemikiran, ciptakan peluang,” ucap Dicky dalam pemaparan materinya.

Pemateri juga mengatakan, penyebab para generasi emas sekarang hidupnya seakan diam serta tidak berkembang, karena para generasi hanya berani memikirkan dan memimpikan ide-ide yang telintas dalam pikiran mereka. Sehingga dengan mudahnya rasa takut itu muncul sebelum mereka mencoba untuk memulainya.

“Berani mencoba, jangan takut gagal sebelum mencoba, jangan takut jatuh sebelum melangkah, kesuksesan milik orang yang berani mencoba. Ingat! Apa yang tidak mungkin seringkali karena kita belum pernah mencobanya,” tegas Dicky.

Sebelum acara berakhir, diadakan juga sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber yang dipandu oleh moderator. Setelah semua pertanyaan terjawab, acarapun ditutup oleh moderator.

 (Editor: Erizki Maulida Lubis)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: Elshinta.com

Peran Dokter di Masa Pandemi dalam Peringatan Hari Dokter Indonesia

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 24 Oktober diperingati sebagai ‘Hari Dokter Indonesia’. Hari besar ini diadakan dengan maksud untuk mengingat jasa para dokter kepada masyarakat luas dan juga individu. Di masa pandemi ini, kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada para dokter yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid-19. Dengan tekad dan jasa mereka, masyarakat Indonesia yang terkena Covid-19 pun banyak yang tertolong.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *