Home / Jalan-Jalan / Odading, Kudapan Lawas yang Kekinian
Fotografer: Azela Nurul Syaf
Fotografer: Azela Nurul Syaf

Odading, Kudapan Lawas yang Kekinian

 Azela Nurul Syaf

“Rasanya, seperti anda menjadi Iron Man.”

Pijar, Medan. Odading atau roti goreng bercita rasa manis akhir-akhir ini tengah viral berkat video strategi marketing Ade Londok yang nyeleneh dan bernada ngegas di media sosial.  Penamaan odading sendiri merupakan hasil ketidaksengajaan dari celetukan orang Belanda yang berkata “O, dat ding?” yang berarti “Oh, benda itu?” pada zaman Belanda dahulu.

Kudapan yang serupa juga terdapat di berbagai daerah di Nusantara, seperti kue bohong yang berasal dari Medan, roti goreng dari Malang, kue untuk-untuk dari Banjarmasin, kue bantal dari Jakarta, galundeng dari Yogyakarta, gembukan dari Solo, golang-galing dari Banyumas, gondang-gandung dari Magelang, dan bolang-baling dari Semarang. Sebutan odading dari beberapa daerah tersebut memiliki keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah kue bohong dari Medan. Disebut bohong, karena rotinya tak diberi isian walau tampak mengembang.

Odading memiliki tekstur yang empuk dan bercita rasa manis serta bertabur wijen di sekelilingnya. Sangat cocok dinikmati bersama teh hangat, susu ataupun kopi. Namun, apa yang terjadi jika sobat Pijar tidak bisa keluar rumah untuk membeli odading? Tenang, sobat Pijar dapat membuatnya sendiri dengan resep yang mudah dan praktis berikut ini.

Bahan yang harus disediakan adalah 250 gram tepung terigu, 100 gram kentang yang sudah dihaluskan, 150 gram gula pasir, dua sendok makan margarin, satu butir kuning telur, satu sendok makan ragi instan, satu sendok makan susu bubuk, satu sendok teh baking powder, setengah sendok teh garam, setengah sendok teh vanili, wijen secukupnya, lalu yang terakhir siapkan air secukupnya.

Setelah semua bahan disiapkan, langkah pertama yaitu mencampurkan tepung, gula pasir, ragi, susu bubuk, baking powder, dan vanili ke dalam satu wadah. Lalu aduk rata bahan tersebut. Selanjutnya, masukkan kentang yang sudah dihaluskan sebelumnya, kuning telur, butter margarine, garam dan ragi instan. Tuang air sedikit demi sedikit hingga adonan kalis. Biarkan adonan kurang lebih 45 menit dan tutup dengan lap basah di atas wadahnya.

Setelah adonan mengembang, pipihkan lalu potong-potong sesuai selera. Basahi permukaan adonan dengan air, kemudian taburi wijen. Biarkan adonan yang sudah dibentuk selama 10 menit lagi agar mengembang. Setelah mengembang, goreng adonan tersebut ke dalam minyak dengan api kecil hingga odading bewarna kecokelatan dan matang, lalu tiriskan. Odading pun sudah siap disantap. Sedikit tips untuk sobat Pijar, ketika menggoreng adonan odading, jangan terlalu sering dibolak-balik agar tidak menyerap banyak minyak.

Bagaimana, mudah bukan? Bahan-bahannya juga mudah ditemukan. Jadi sobat Pijar bisa mencoba odading yang lagi viral ini tanpa harus keluar rumah. Selamat mencoba!

(Editor: Muhammad Farhan)

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: https://images.app.goo.gl/

Rasa Getir dalam Mi Tradisional Batak Toba

Makanan daerah merupakan salah satu makanan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan dikenal luas oleh masyarakat. Salah satu makanan daerah yang cukup terkenal di Sumatra Utara yaitu mi gomak. Siapa yang tidak mengenal makanan daerah yang satu ini, hampir setiap kalangan dari berbagai umur tertarik untuk mencicipinya. Walaupun tergolong sebagai makanan daerah yang gampang kita temukan di setiap sudut wilayah Indonesia, makanan yang satu ini mungkin tidak akan kalah saing dengan makanan-makanan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *