Home / Berita / Perempuan dalam Peranan Nyatanya

Perempuan dalam Peranan Nyatanya

(Sumber Foto: www.instagram.com)

Valencia Christiani Zebua

Pijar, Medan. Putih, tinggi, langsing, serta harus bisa melakukan beberapa hal, seperti memasak dan mengurus rumah merupakan gambaran terhadap perempuan di mata lelaki. Namun, nyatanya perempuan tidak hanya sebatas itu saja. Perempuan kerap kali dibingkai dengan sedemikian rupa sehingga menghasilkan anggapan tertentu kepadanya.

Sebagai langkah awal untuk memaksimalkan peran lembaga penyiaran dalam menaikkan derajat perempuan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Maju Perempuan Indonesia melaksanakan acara Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa dengan mengangkat tema ‘Perempuan dan Media’. Acara ini dilakukan secara daring pada Selasa (14/10) pukul 10.00-12.00 WIB.

Sebelumnya, program-program siaran dengan sengaja megeksploitasi wanita dengan fisik yang dimiliki sebagai daya tarik. Namun sekarang tidak lagi, melalui berbagai upaya yang dilakukan KPI dan KPPPA, perempuan kini dipandang lebih baik serta mereka juga dapat mengembangkan bakat yang dimiliki.

Tidak hanya di depan layar, namun di belakang layar juga sudah banyak perempuan yang telah mengambil peran penting dalam melakukan setiap tanggung jawabnya. Dengan mengandalkan potensi yang mereka miliki, para perempuan kini sudah sepantasnya diberi apresiasi. Hal ini juga berkaitan dengan pengungkapan Ibu Harsiwi Achmad selaku direktur program dan produksi SCTV dan Indosiar ketika ia melihat langsung kondisi lapangan.

Mengenai peranan perempuan, saat ini perempuan telah menjadi sosok yang kuat untuk kemajuan bangsa. Kuat dalam artian, telah semangat untuk bersama-sama mencapai kesetaraan gender, mengakhiri diskriminasi, dan berusaha untuk mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki tanpa adanya perbedaan.

“Kalau perempuannya kuat, perempuannya hebat seperti laki-laki maka negara ini juga akan kuat. Karena perempuan dan laki-laki adalah penanggung jawab untuk mencetak generasi penerus bangsa yang juga akan membangun bangsa tanpa membeda-bedakan, baik dari suku, bangsa, apalagi jenis kelamin,” tegas ibu Lena.

Penyampaian materi oleh Ibu Lena Maryana selaku perwakilan Maju Perempuan Indonesia. (Sumber foto: https://www.youtube.com/)
Penyampaian materi oleh Ibu Lena Maryana selaku perwakilan Maju Perempuan Indonesia.
(Sumber Foto: https://www.youtube.com/)

Tidak hanya ungkapan dari ibu Lena, ibu Nuning Rodiyah selaku perwakilan dari Komisioner KPI Pusat juga mengatakan, bahwa dalam peranannya sebagai institusi regulator telah melihat bahwa inovasi dan prinsip yang dimiliki perempuan sudah sangat lebih baik di zaman sekarang ini. Perempuan mampu mengeluarkan sinergi serta inovasi mereka untuk menjadi lebih baik lagi.

Dengan peranan yang dimiliki oleh perempuan, banyak pihak yang terus berusaha menaikkan derajat perempuan melalui media. Namun, untuk benar-benar mengubah pandangan masyarakat terhadap perempuan memang membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

 

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Sumber foto: Elshinta.com

Peran Dokter di Masa Pandemi dalam Peringatan Hari Dokter Indonesia

Setiap tahun, tepatnya pada tanggal 24 Oktober diperingati sebagai ‘Hari Dokter Indonesia’. Hari besar ini diadakan dengan maksud untuk mengingat jasa para dokter kepada masyarakat luas dan juga individu. Di masa pandemi ini, kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada para dokter yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid-19. Dengan tekad dan jasa mereka, masyarakat Indonesia yang terkena Covid-19 pun banyak yang tertolong.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *