Home / Tengok-Tengok / Es Krim Goreng, Rasa bintang Lima Harga Kaki Lima
IMG-20130529-01761

Es Krim Goreng, Rasa bintang Lima Harga Kaki Lima

Tidak jauh berbeda dari eskrim kebanyakan, es buatannya itu memiliki empat varian rasa yaitu vanila, coklat, strawberry. dan campuran dari ketiga rasa tersebut. Foto: Yesi Kumala

Pijar, Medan. Es krim, mendengar namanya saja sudah pasti yang terbayang dibenak kita adalah rasa segar, lezat, dingin dan gurih. Alkisah, makanan yang satu ini dipercaya berawal dari zaman kepemimpinan  Kaisar Nero dari Romawi di tahun 64 Masehi. Ia menyantap salju halus dengan campuran buah-buahan dan madu. Ada juga yang mengatakan bahwa es krim ditemukan oleh bangsa Cina sekitar tahun 700 Masehi. Hidangan dingin ini dijadikan persembahan bagi Kaisar Tang dari Dinasti Shang. Kaisar Tang yang seorang penggemar kuliner meminta para koki istana untuk membuat es krim dari campuran salju.

Di Indonesia sendiri es krim dibawa oleh Belanda. Es krim Saloon adalah es krim pertama yang hanya bisa dinikmati di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Malang, dan Surabaya. Saat itu es krim menjadi barang mewah dan mahal yang hanya dinikmati oleh kebanyakan orang Belanda saja. Namun tidak dengan sekarang, zaman yang serba modern ini memungkinkan terciptanya inovasi dalam segala hal. Tidak halnya dengan kuliner. Ya, salah satunya adalah es krim goreng yang terletak di daerah Pajak USU, Jalan Djamin Ginting, Padang Bulan.

Usaha yang dirintis oleh Ari Syahri Zikri ini berdiri pada  22 April 2012. Tidak jauh berbeda dari eskrim kebanyakan, es buatannya itu memiliki empat varian rasa yaitu vanila, coklat, strawberry dan campuran dari ketiga rasa tersebut. Es yang disajikan dalam bentuk yang tak biasa ini merupakan salah satu makanan yang jarang kita temui khususnya di kota Medan. Jika  ada, biasanya hanya terdapat di tempat-tempat tertentu misalnya hotel ataupun restoran besar yang tentunya harga yang ditawarkan juga cukup mahal.

Laki-laki yang merupakan lulusan sarjana ekonomi salah satu Universitas yang ada di Jakarta  tersebut membuat suatu gebrakan dimana dia ingin membuat sebuah es krim goreng dengan rasa yang setara dengan es krim goreng hotel bintang lima namun dengan harga kaki lima. Usahanya tidak sia-sia, dengan harga yang cukup terjangkau bagi mahasiswa dan pelajar dirinya bisa menghasilkan omset sebesar Rp 200.000,- Rp 600.000,-  perhari.

Dilihat dari segi pembuatannya tidak rumit. Bahan-bahan yang digunakan juga sederhana seperti roti, es krim, aluminium foil, sendok dan sebagainya. Roti yang persegi diberi es siap itu dilipat sama Aluminium foil setelah rapi baru dibekukan di freezer selama dua hari. Foto: Yesi Kumala

“Harga es krim goreng kami jual enam ribu per buah, tapi sempat juga kemaren harganya tujuh ribu karena harga es naik. Tapi sekarang udah diturunkan lagi jadi enam ribu karena harga es juga udah turun,” Ungkap Yuni Kartika.

Yuni Kartika adalah adik kandung dari Ari Syahri Zikri pemilik usaha es krim goreng ini. Dialah yang meneruskan usaha Ari di Medan. Yuni sendiri adalah perempuan 24 tahun seorang sarjana Ilmu Komputer yang menyelesaikan pendidikannya di salah satu universitas di kota Medan. Yuni tertarik pada usaha ini karena menurutnya usaha ini unik dan masih jarang ditemukan di kota Medan. Yuni Kartika lebih tertarik menjadi seorang pengusaha dibanding bekerja di bidang keahliannya. Menurutnya, menjadi seorang pengusaha lebih bebas karena tidak ada atasan yang mengatur dan tidak ada tekanan dari pihak manapun.

Dilihat  dari segi pembuatannya tidak  rumit. Bahan-bahan yang digunakan juga sederhana seperti roti, es krim, aluminium foil, sendok dan sebagainya.  “Roti yang persegi diberi es siap itu dilipat sama Aluminium foil setelah rapi baru dibekukan di freezer selama dua hari,” jelas Yuni. Hal tersebut dilakukan agar tekstur es krim tetap beku saat digoreng Selama usahanya berjalan, tidak begitu banyak rintangan yang dihadapi oleh Yuni hanya ssaja tempatnya berjualan sering banjir  saat  hujan.

“Kalau ujan aja pasti banjir, faktor cuacalah pokoknya.”

Yuni mempunyai harapan yang sangat besar untuk kedepannya. Disamping ingin membuka cabang baru dia dan abangnya ingin membuka sebuah restauran besar yang nantinya akan menjual khusus makanan yang berkaitan dengan es krim. [ysi]

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

FOTO NAIK 2

Pondok Madu, Usaha yang Menyehatkan

Pijar, Medan. Siapa di dunia ini yang tak kenal madu? Rasanya yang manis dan beraroma …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *