Hits: 6
Dengan penguasaan bola hampir 72 persen dibanding lawan, Manchester United pada babak pertama kembali out of the form dengan hanya mampu membuat peluang satu kali tembakan tepat di muka gawang. Hal yang patut dipertanyakan adalah apakah Crystal Palace memiliki barisan pertahanan seperti Paolo Maldini, Jaap Stam, Cafu, atau bek legendaris seperti Giachinto Fachetti. Premis yang lain adalah Crystal Palace memainkan pola negatif dengan memarkir bus di depan gawang Sperroni atau yang paling buruk Manchester United tidak memahami strategi untuk menyerang ? Premis yang terakhir dapat kita maklumi karena banyak punggawa dari Manchester United yang kebingungan akan strategi yang diterapkan oleh David Moyes.
Peluang tercipta dari kerjasama Rooney, RVP, dan Januzaj pada awal babak pertama, yang menghasilkan sebuah gol walaupun dianulir oleh wasit. Umpan yang diberikan oleh RVP disambut dengan baik oleh Adnan, namun bola tersebut menyentuh tangan. Inisiatif dalam menggunakan strategi baru untuk menyerang mulai diterapkan dalam one play tersebut. Setelah pola permainan tersebut, United kembali lagi ke fase mediokernya yang hanya berputar-putar pada one- touch pass antara Michael Carrick – Marouane Fellaini kemudian mengarahkannya ke Juan Mata/Adnan Januzaj yang kemudian akan melakukan umpan silang ke pusat pertahanan gawang. Metode yang berulang-ulang secara simultan yang dilakukan oleh barisan penyerang United membuat serangan mudah dipatahkan. Pergerakan yang cukup membahayakan sempat disajikan pada saat akhir babak pertama, dimana Fellaini melakukan one-touch pass kepada RVP dan Rooney sebelum akhirnya penyelesaian akhir kurang maksimal yang diperagakan oleh Marouane Fellaini hanya mampu menyapa tipis samping gawang. Di Selhurst Park, Crystal Palace selaku tuan rumah sesekali memberikan ancaman dengan melakukan serangan balik pada barisan pertahanan Manchester United. Peluang terbaik mereka pada babak pertama adalah ketika mereka melakukan tendangan bebas ke arah gawang United. Tendangan bebas dari barisan penyerang Crystal Palace mampu dihalau oleh barisan pertahanan United, tetapi sapuan bola tersebut berhasil kembali disundul oleh bek Palace, Jonathan Parr dan mengenai tubuh dari barisan pertahanan United yang hampir membuat jantung pendukung United berdegup kencang sebelum diselamatkan dengan baik oleh De Gea.

Pada babak kedua tidak banyak strategi berubah yang disajikan oleh anak asuh David Moyes. Intensitas serangan, pressing ketat terus ditunjukkan untuk meraih kemenangan. Hasil yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Gol tersebut dimulai dari kerja sama Januzaj dan Evra di sisi kiri pertahanan Crystal Palace. Gerakan si young talent dalam meliuk-liuk diantara Joel Ward dan Tom Ince membuatnya leluasa mengirimkan umpan kepada Patrice Evra yang melakukan overlapping, hingga akhirnya terpaksa Chamakh turun ke barisan pertahanan dan melakukan pelanggaran terhadap Patrice Evra. Wasit Michael Oliver langsung menunjuk titik putih atas pelanggaran yang dilakukan oleh Chamakh. Pada menit -62 Van Persie langsung mengonversi tendangan penalti tersebut menjadi sebuah gol. Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pada menit -68 lagi-lagi dari sisi kiri pertahanan Crystal Palace, Juan Mata Pria ,empat puluh juta euro-red, yang berganti posisi dengan Januzaj menari-nari diantara barisan pertahanan Crystal Palace. Sayap lincah Spanyol tersebut bisa mengirimkan umpan kepada Evra yang sekali lagi melakukan overlap dan mengirimkan umpan silang kepada Wayne Rooney yang tidak mendapatkan banyak penjagaan. Dengan tenang, The Beast Roo melakukan tendangan voli keras yang merobek ujung sisi kanan gawang walau sedikit berhasil dihalau Sperroni. Gol tersebut bernilai £300,000 setelah bomber gempal dari United itu menandatangani kontrak dengan hingga Juni 2019. Gol tersebut menempatkan Rooney dalam peringkat ke – 4 pencetak gol sepanjang masa Manchester United. Gol tersebut juga menjadikan striker tim Nasional Inggris tersebut menduduki peringkat kedua dalam mencetak 10 gol dalam 10 musim berturut-turut. Pada Menit -68, United mempunyai peluang dalam menambah pundi-pundi golnya, akan tetapi serangan balik yang dipimpin oleh RVP hanya mampu mencium mistar gawang. Beberapa menit kemudian tendangan dari Cameron Jerome berhasil ditepis oleh De Gea, setelah ia berhasil mengecoh dua bek dari United.
Permainan tim dari United bukanlah penampilan terbaik mereka. Beberapa punggawa masih banyak yang belum mengeluarkan kemampuan maksimalnya untuk tim. Tetapi Juan Mata mulai memperlihatkan kemampuannya dalam beradaptasi bersama tim dengan memberikan operan-operan kunci pada malam kemarin. Pemain kunci dalam pertandingan kemarin adalah Marouane Fellaini. Ia berhasil membukukan 100 tekel kunci dengan 4 kali intersep dan memiliki rasio keberhasilan umpan 92% dari 71 umpan. Manchester United dibawah arahan David Moyes belum mampu untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi sedikit demi sedikit mereka berhasil menunjukkan bahwa United will rise again.
Susunan pemain:
Crystal Palace:
Fouls : 12, Ofsides : 2, Shots on Target : 2, Shots of Target : 3, Counter Attacks : 1, Corners : 6, Crosses : 21, Possesion : 34%.
1-Julian Speroni; 2-Joel Ward, 4-Jonathan Parr, 6-Scott Dann, 27-Damien Delaney; 11-Thomas Ince (16-Dwight Gayle 85), 13-Jason Puncheon, 15-Mile Jedinak, 28-Joe Ledley; 17-Glenn Murray (30-Cameron Jerome 66) , 29-Maroune Chamakh (7-Yannick Bolaise 74). Pelatih: Tony Pulis
MU:
Fouls : 9, Ofsides : 4, Shots on Target : 6, Shots of Target : 5, Counter Attacks : 1, Corners : 4, Crosses : 15, Possesion : 66%.
1-David De Gea; 3-Patrice Evra, 5-Rio Ferdinand, 15-Nemanja Vidic, 12-Chris Smalling; 8-Juan Mata, 10-Wayne Rooney, 16-Michael Carrick, 31-Marouane Fellaini (24-Darren Fletcher 88), 44-Adnan Januzaj (11-Ryan Giggs 80); 20-Robin van Persie (25-Antonio Valencia 80). Pelatih: David Moyes
Wasit: Michael Oliver

