Home / Hiburan / Berikan Pijar Matahari

Berikan Pijar Matahari

Muhammad Zahrawi

Pijar, Medan. Penyair tak perlu menjelaskan syairnya. Begitupun dengan Iwan Fals dan lirik Berikan Pijar Matahari miliknya. Salah satu lagu dari 8 lagu lainnya dalam album Sumbang (1983). Liriknya yang sarat makna memaksa kita untuk mendengarnya berkali-kali sampai mengerti. Sampai kita memahami perihal apa yang sedang ia maksud pada lirik. “Kuyakin pasti terlihat, dansa mereka begitu dekat,” dan, “Mari kita hentikan dansa mereka, dengan memberi pijar matahari.”

Boleh jadi ini tentang lagu cinta, tentang kecemburuan seorang insan melihat yang dicintanya berdansa erat dengan yang lain. Boleh jadi ini tentang lagu perjuangan, tentang ketidakpedulian para pemimpin dengan rakyatnya, tentang kecemburuan seorang insan yang ingin menghentikan dansa para pemimpinnya.

Pada masa Orde Baru, lagu-lagu Iwan Fals banyak yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Seperti Demokrasi Nasi, Pola Sederhana, Bongkar, Bento, Wakil Rakyat, dan banyak lagi lagu-lagu bertema kritikan terhadap pemerintah lainnya. Pada bulan April tahun 1984, Iwan Fals sempat harus berurusan dengan aparat keamanan, ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lagu-lagu tersebut. Bahkan beberapa lagunya ada yang tidak dimasukkan ke dalam album dan dijual bebas karena liriknya yang terlalu keras.

Lagu Berikan Pijar Matahari ini berdurasi sekitar 4 menit. Didominasi oleh alunan gitar dan sedikit harmonika pada detik-detik awal, pertengahan dan detik-detik akhir. Pada akhir lagu, Iwan Fals berkali-kali mengulang-ulang lirik yang sama.

Tak sanggup aku melihat lukamu kawan dicumbu lalat

Tak kuat aku mendengar jeritmu kawan melebihi dentum meriam

Sampai sekarang, lagu Berikan Pijar Matahari tak sepopuler lagu-lagu lawasnya yang lain. Seperti Bongkar, Wakil Rakyat, Galang Rambu Anarki, Mata Indah Bola Pingpong, Pesawat Tempurku dan lagu-lagu lainnya. Lagu Berikan Pijar Matahari seolah tak secemerlang judulnya.

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Brave New World, Kesenangan Itu pun Menakutkan

Dunia yang Huxley bangun adalah dunia yang mengedepankan sains, dan menyingkirkan ketuhanan. Dalam dunia tersebut, ada tiga hal yang dianggap sebagai penyebab utama kesedihan dan perang pada umat manusia; ketuhanan, keluarga, dan seni. Maka manusia modern tersebut pun menghapus 3 unsur tersebut dari budaya masyarakat modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *