Home / Berita / Malam Penganugerahan Bersama Raisa
Yang jadi cover nya

Malam Penganugerahan Bersama Raisa

Riska Lie Fany

 Pijar. Medan. Siapa sih yang mau terjebak nostalgia? Tapi kalau terjebak nostalgia bersama Raisa di malam puncak penganugerahan HIPMI-PT SUMUT pasti maukan? Seperti yang terjadi Kamis malam 18 Desember 2014 di Auditorium USU. Setelah melakukan roadshow selama sebulan, malam puncak penganugerahan terselenggara dengan sukses. Para pemenang malam penganugerahan diantaranya The Best Marketing In Property – Jonson Lee, The Best Brand Awards – Pt. Coffindo, The Best University Support Enterpreneurship – Universitas Sumatera Utara, The Best Data & Internet Service – Pt. Indosat tbk. Dan tidak lupa juga HIPMI Peduli memberikan bantuan kemanusiaan untuk para korban erupsi Sinabung yang diserahkan kepada Wakil Gubernur SUMUT Bapak Tengku Erry Nuradi.

Para pemenang Penganugerahan memberikan kata sambutan pada acara malam puncak HIPMI-PT SUMUT AWARDS di Auditorium USU (18/12)
Foto : Riska Lie Fany

Pembukaan acara malam puncak penganugerahan HIPMI-PT SUMUT juga turut dimeriahkan oleh UKM yang ada di USU. Salah satunya UKM Marching Band  USU yang mempersembahkan beberapa lagu yang di aransemen dengan begitu indah dan persembahan tari tradisonal. Puncaknya ketika MC memberi aba-aba kepada penonton untuk memanggil nama Raisa berulang-ulang. Terdengar instrumen musik yang sudah tidak asing lagi di telinga para penonton maupun YouRaisa Medan yang berada di dalam Gedung Auditorium USU. Perlahan tapi pasti Indonesia SweetHeart, Raisa muncul dari balik panggung. Tak pelak membuat penonton histeris dan refleks ikut bernyanyi bersama Raisa di lagu pertamanya Terjebak Nostalgia. Dilanjutkan dengan lagu Teka-Teki yang merupakan lagu terbarunya di 2014 lalu disambung dengan lagu Bersinar. 3 lagu pertama mampu membuat penonton ingin terus mendengarkan suara emasnya.

Mengenakan busana atasan berwarna putih dipadukan senada dengan rok panjang semata kaki membuat penyanyi cantik yang satu ini tampak anggun serta elegan dengan gaya rambut dicepol kebelakang. Tak lupa ia menyapa penonton dengan sapaan khas Medan, Horas! Sebelum menyanyikan lagu berikutnya ada improvisasi sedikti dari Raisa. Dia tak ingin membuat yang berada di Auditorium USU masuk dalam zona kegalauan, karena dia menciptakan lagu ini bukan untuk membuat yang dengar galau tetapi lagu ini semacam theme song untuk insan yang sedang menjalanin hubungan LDR. Raisa pun mulai melantunkan lagu LDR nya dengan penuh penghayatan.

Total ada 10 lagu Raisa sendiri yang dibawakan.Serba Salah, lagu pertamanya di tahuh 2010 yang mengantarkan Raisa berada di hadapan kita semua. Bye-bye, Mantan Terindah lagu tergalau menurut Raisa, Apalah Arti Menunggu, dan Raisa mengcover salah satu lagu favoritenya penyanyi asal Amerika Meghan Trainor dengan lagu All About That Bass dengan sangat energik dan diselingin dengan koreografi Raisa dan bandnya yang terlihat kompak mengenakan baju seragam berwarna putih. Penonton semakin histeris. Akhir dari penampilan Raisa di malam puncak penganugerahan ditutup dengan kata-kata yang manis dari Raisa, dia tidak mau meninggalkan yang sudah hadir malam ini dengan perasaan gundah gulana karena lagu-lagu yang galau dan perasaan yang tidak jelas. Dia mengajak penonton untuk melupakan semua itu dan mulai bernyanyi bersama dengan lagu Could It Be sebagai lagu penutup yang ceria. Sebelum lagu benar-benar berakhir Raisa memperkenalkan Band Mates yang selalu bersama di setiap konsernya. Ade (Gitar), Febrian (Bass), Marco (Drum), dan Haris (Keyboard).

About Media Pijar

Media Pijar: Pers Mahasiswa - Pelita Insan Terpelajar - Laboratorium Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Silahkan Lihat Artikel ini juga !

Fotografer: Mhd Abdul Fattah

Peringati Hari Literasi Internasional, GenBI lakukan Pojok Literasi

08 September 2019 adalah peringatan Hari Literasi Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO di tahun 1965 lalu. Peringatan literasi ini berlatar belakang melalui Hari Aksara di mana manusia mulai mengenal dan melek huruf. Namun saat ini dirasa sudah berkurang manusia yang tidak tahu akan huruf, sehingga lebih tepatnya kepada bagaimana tingkat minat membaca manusia pada saat sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *