Hits: 18

Lucky Andriansyah

Pijar, Medan. “Musangku Sahabatku”. Ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan komunitas para pecinta musang yang satu ini. Komunitas yang menamakan dirinya Medan Musang Lovers Community (M2LC) merupakan sebuah komunitas hewan yang tergolong aktif. Pertemuan komunitas M2LC diadakan setiap hari minggu di taman Biro Rektor Universitas Sumatera Utara yang akrab disebut taman pemberdayaan rusa. Pertemuan berbasis edukasi ini selalu dinanti para pecinta musang karena selain mendapat informasi, pertemuan ini juga dibentuk dalam rangka sosialisasi terhadap masyarakat umum.

Dengan adanya komunitas ini, masyarakat yang selama ini menganggap musang sebagai hewan penggangu, diajak untuk lebih mengenal musang. Dani, salah satu anggota M2LC mengutarakan, “Pertemuan para pecinta musang ini kami adakan sengaja untuk sharing mengenai musang. Kerap kali musang yang kami pelihara itu tidak terawat dengan baik, sehingga hal itu menyebabkan musang kami mati. Dengan adanya pertemuan ini kami diarahkan bagaimana cara yang baik untuk merawat musang, sehingga musang yang kami pelihara dapat selalu hidup sehat seperti hewan-hewan lainnya.”

Komunitas yang terbentuk sejak tiga tahun lalu ini berhasil meraih simpati publik. Terbukti dengan semakin banyaknya anggota yang bergabung untuk bersahabat dengan hewan lucu dan berbulu lebat ini. “Awalnya saya sangat fobia dengan musang, tapi dengan saya mengikuti beberapa kali pertemuan dari M2LC ini saya jadi ingin mempunyai musang. Di sini saya dijelaskan jika musang itu bukanlah hewan yang berbahaya atau lebihnya sebagai hama, tapi musang adalah salah satu hewan yang lucu dan juga merupakan hewan yang sangat patuh terhadap majikannya,” ujar Andini, salah satu pengunjung yang mulai tertarik dengan musang.

M2LC berhasil meyakinkan masyarakat bahwa sebenarnya musang bukanlah hama atau pengganggu, tapi mereka juga bisa dijadikan sahabat yang lucu, unik dan menarik. “Harapannya semoga dengan adanya kegiatan ini, untuk kami para pecinta musang dapat dengan mudah merawat musang-musang kami. Informasi yang kami dapatkan setiap minggunya tentang musang semoga bisa diterapkan untuk merawat musang kami. Semoga dengan adanya pertemuan ini dapat mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini menganggap musang adalah hama, menjadi tidak seperti itu lagi,” sambung Dani.

Leave a comment